was successfully added to your cart.

7 Tradisi Imlek di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

By January 22, 2017Uncategorized
tradisi imlek

Untuk menyambut datangnya Tahun Baru Imlek, warga keturunan Tionghoa di Indonesia sudah mulai menyibukkan diri mereka dengan tradisi Imlek dari pertengahan bulan ini, mungkin juga termasuk keluargamu.

Mulai dari berbelanja, membersihkan rumah, memasak, menyiapkan dekorasi rumah dan sebagainya. Pada perayaan Hari Raya Imlek, banyak tradisi yang telah diwariskan oleh nenek moyang yang terus dilakukan hingga saat ini.

Apa saja tradisi Imlek tersebut? Berikut ulasannya di bawah ini :

Membersihkan Rumah

Menyapu dan membersihkan rumah harus dilakukan sebelum Imlek. Hal ini dimaksudkan untuk mengusir kesialan sehingga tersedia ruang yang cukup untuk menampung keberuntungan sepanjang tahun.

Warga Tionghoa dan semua yang merayakan Imlek tidak diperbolehkan untuk menyapu atau membersihkan rumah mereka saat Hari Raya Imlek. Sebab, hal ini dipercaya akan mengusir keberuntungan yang sudah hadir di rumah.

Menempelkan Puisi Tahun Baru Imlek (Chun Lian)

Warga Tionghoa memiliki tradisi untuk menempelkan Chun Lian pada saat Imlek. Chun Lian adalah sepasang kalimat berbentuk puisi yang ditempelkan di samping kiri dan kanan pintu, tiang, jendela maupun dinding rumah.

Kalimat-kalimat yang tertulis di Chun Lian adalah kalimat-kalimat yang penuh dengan harapan. Kertas yang dipakai biasanya berwarna merah dengan tulisan emas atau hitam.

Menggantung Lukisan Tahun Baru

Menggantungkan gambar maupun lukisan-lukisan yang bertema tahun baru Imlek merupakan suatu tradisi dalam merayakan Imlek. Gambar ataupun lukisan yang sering dipajang adalah gambar Dewa Rezeki, Dewa Fu Lu Shou, lukisan musim semi, lukisan panen dan lukisan-lukisan shio.

Kembang Api

Kembang api merupakan salah satu yang khas pada tradisi Imlek dan juga sebagai pertunjukan yang sangat populer untuk memeriahkan Imlek. Suara gaduhnya dipercaya akan membuat roh jahat lari ketakutan. Karena itulah kembang api banyak dinyalakan pada saat Imlek.

Saling Mengunjungi Keluarga dan Kerabat

Berkeliling mengunjungi keluarga tidak hanya dilakukan pada saat Lebaran saja, melainkan juga pada saat Imlek. Momen ini dimanfaatkan oleh warga Tionghoa agar tali persaudaraan mereka tidak terputus.

Jadi, tidak heran kalau banyak orang yang pulang kampung saat Imlek demi merayakan bersama keluarga tercinta.

Memberikan Angpao

Bagi anak-anak dan orang yang masih lajang, Imlek berarti banjir uang. Karena orang tua atau mereka yang sudah berkeluarga diwajibkan atau harus memberikan angpao (amplop merah). Angpao ini biasanya diisi dengan sejumlah uang di dalamnya.

Jumlahnya tidak harus besar, yang penting berupa uang kertas baru dan tidak berbentuk uang logam. Biasanya anak-anak kecil akan terus berharap siapa yang memberikan angpao tersebut, jadi siap-siap saja kamu jadi bahan candaan jika memberikan angpao dengan jumlah yang kecil.

Nah, bagi-bagi angpao juga dapat dipercaya untuk memperlancar usaha atau rejeki di kemudian hari.

Kue Tahun Baru (Kue Keranjang)

Kue Tahun baru atau Nian Gao [年糕] merupakan makanan khas Imlek yang memiliki bunyi yang sama dengan Nia Gao [年糕] yang artinya adalah tahun yang tinggi (tinggi jabatannya, tinggi penghasilannya serta tinggi tingkat sosialnya).

Sehingga kue ini sangat disenangi oleh masyarakat etnis Tionghoa untuk dihidangkan dalam rangka merayakan Imlek.

Itulah beberapa tradisi Imlek yang dipercaya membawa kemakmuran, semoga informasi ini dapat membantu menambah pengetahuan kamu, ya. Silahkan komen di kolom komentar di bawah ini.

Sumber:
NationalGeographic: 7 Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru Imlek

Share this

Leave a Reply

shares