was successfully added to your cart.

Tipe-Tipe Desainer dan Perbedaannya

By March 13, 2017Feature
tipe tipe desainer

Dunia desain selalu mengalami perubahan. Peran media, tren, dan teknologi mengiringinya dengan perkembangan yang dinamis.

Kata “desain” itu sendiri merupakan istilah yang cukup luas digunakan dan dapat diterapkan untuk semua hal mulai dari fashion, teknologi, hingga manufaktur dan arsitektur. Menemukan orang yang tepat untuk mendesain berbagai hal tentu menjadi tantangan tersendiri.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang tipe-tipe desainer saat ini, akan jauh lebih mudah untuk kamu dalam menemukan desainer yang tepat untuk proyekmu nanti. Seperti penjelasan berikut ini.

1. Desainer Grafis

Desain grafis (graphic designer) adalah salah satu bentuk komunikasi visual dan pemanfaatan gambar serta elemen visual lainnya untuk menyampaikan ide atau tujuan. Desain grafis kini telah menjadi istilah umum untuk berbagai jenis pekerjaan desain.

Kemudian, desainer grafis menggunakan tipografi, bentuk dan warna ciptaan mereka untuk berbagai proyek. Sebut saja beberapa hal yang membutuhkan desain dari desainer grafis adalah logo, billboard hingga kemasan produk.

Pekerjaan desainer grafis secara langsung maupun tidak, membantu mengedukasi masyarakat untuk mempelajari lebih lanjut mengenai produk terkait.

Desainer grafis menggunakan perangkat lunak seperti Photoshop dan InDesign untuk membuat gambar statis dan layout halaman. Desainer yang berkarya di bidang percetakan seperti majalah atau brosur juga bisa disebut sebagai desainer cetak.

Seseorang yang merupakan desainer grafis bisa membuat :

  • Identitas visual : logo, kop surat, kartu nama
  • Materi pemasaran :  brosur, flyer, kartu pos, poster
  • Majalah, buku, katalog
  • Kemasan produk
  • Presentasi
  • Desain t-shirt
  • Laporan tahunan
  • Ilustrasi

Keterampilan : Photoshop, InDesign, Illustrator

2. Web Desainer

Web desainer (interactive/web designer) bertugas untuk mengerjakan rancangan desain dari keseluruhan tampilan website maupun aplikasi mobile, mulai dari halaman utama hingga ke masing-masing template.

Menciptakan desain yang indah hanyalah faktor kecil dari pekerjaan desainer website. Melainkan, tugas utama mereka adalah memahami teknologi untuk membangun website dan mengubah desain menjadi sebuah pengalaman digital/online.

Dalam menjalankan pekerjaannya, desainer website akan memiliki pemahaman tentang pengembangan front-end website dan mungkin saja bahasa pemrograman seperti JavaScript.

Secara umum, desainer website akan memahami tentang Adobe Creative Suite (Photoshop, Illustrator dan sebagainya), serta CSS dan HTML.

Kompleksnya dunia website mendorong web desainer untuk mengkhususkan diri dalam :

  • User Experience (UX)

Mengeksplorasi pengalaman pengguna untuk menggunakan website, aplikasi atau tools secara mudah dan tak membingungkan

  • User Interface (UI)

Melibatkan tentang bagaimana pengguna menavigasi website, aplikasi atau tools dengan menggunakan elemen seperti tombol, menu dan gambar

  • Desain Interaksi

Fokus pada bagaimana pengguna terlibat dengan menggunakan produk. Misalnya saja “progress bar” yang menampilkan posisimu ketika mendaftar (subscribe) di suatu website. Atau ikon yang akan berubah warna ketika pengguna melakukan sesuatu.

  • Information Architecture (IA)

Arsitektur Informasi sering disingkat IA (Information Architecture) Melibatkan tentang penciptaan blue print untuk website dengan memastikan pemahaman pengguna. IA dibuat dengan beberapa aspek seperti latar belakang, desain, penulisan, ilmu kepustakaan dan psikologi.

Baca juga:  Sejarah Imlek dan Maknanya dari Masa ke Masa

Seorang desainer website bertugas membuat :

  • Website, landing page, halaman website, website mikro
  • Template dan tema blog
  • Aplikasi smartphone
  • Iklan banner
  • Aset/konten media sosial
  • Aset/konten email marketing

Keterampilan: Photoshop, Illustrator, Dreamweaver, CSS, HTML, wireframing, prototyping

3. Motion Grafis Desainer

Dunia yang digeluti oleh desainer motion graphics terus berkembang hingga saat ini. Baik membuat pembukaan judul film atau video narasi berisi penjelasan sesuatu. Desainer motion graphics terus membawa pergerakan dan perubahan gambar statis, teks, ilustrasi dan sebagainya.

Misalnya saja untuk mengembangkan video online, mereka akan memulainya dengan membuat storyboard berisi pemetaan adegan dan naskah dialog.

Kemudian mereka akan membuat gambar adegan tersebut, menambahkan gerakan dan elemen grafis lainnya agar melahirkan hasil video yang “mulus”. Desainer motion graphics juga bertugas mensinkronisasi setiap adegan dengan suara atau musik.

Pekerjaan motion grafis desainer diantaranya membuat :

  • Video narasi (berisi penjelasan suatu informasi)
  • Storyboard
  • Video promosi
  • Animasi
  • Urutan judul film
  • Demo produk
  • Presentasi animasi

Keterampilan : Illustrator, Photoshop, After Effects, Final Cut Pro, Cinema 4D, Maya

4. Animator

Berkat jasa dan pekerjaan yang dihasilkan animator, semua orang di dunia bisa menonton film-film kartun serta animasi. Sebut saja Moana, The Avangers, The Lord Of The Rings, Transformers dan sebagainya.

Semua film itu dibuat dengan efek khusus oleh animator. Tidak hanya film, animator juga berjasa dalam pembuatan video games.

Para animator membuat cerita, karakter dan aspek seni animasi lainnya dengan menggunakan software seperti 3ds Max, Maya, Cinema 4D, After Effects, dan Blender. Desain yang dibuat bisa berupa dua dimensi (2D) atau tiga dimensi (3D).

Pekerjaan animator antara lain membuat :

  • Efek film
  • Film animasi
  • Video games

Keterampilan : 3ds Max, Maya, Cinema 4D, Blender, After Effects, Flash, Photoshop

Baca juga:  8 Inspirasi Buket Bunga Pernikahan yang Cantik

5. Perancang Arsitektur

Menyusun rencana desain untuk rumah, bangunan dan ruangan outdoor adalah pekerjaan sehari-hari bagi desainer arsitektur. Mereka akan menerjemahkan konsep dari insinyur, arsitek dan klien ke dalam media gambar dan model 3D.

Desainer arsitektur menggunakan perangkat lunak seperti AutoCAD dan Revit, serta akrab dengan kode-kode bangunan serta material konstruksi.

Desainer arsitektur membuat :

  • Gambar teknis
  • Rencana pembangunan
  • Dokumentasi
  • Rendering

Keterampilan : AutoCAD, 3ds Max Desain, Rhino, Grasshopper, V-Ray, SketchUp, Revit, ArchiCAD, Photoshop, Illustrator

6. Desainer Interior

Color swatches (katalog warna), furnitur, perlengkapan ruangan dan pita pengukur adalah beberapa alat yang digunakan oleh desainer interior dalam pekerjaannya. Mereka membuat ruangan menjadi berfungsi, efisien dan estetis.

Desainer interior juga bertanggung jawab memilih furnitur, aksesoris, cat, pencahayaan, kain dan elemen interior lainnya berdasarkan ruangan dan kebutuhan klien.

Umumnya para desainer interior membuat gambar atau diagram rencana layout dengan program seperti AutoCAD atau Revit.

Tugas desainer interior diantaranya membuat :

  • Denah ruangan
  • Diagram
  • Layout
  • Ruang fungsional
  • Ruang visual yang menarik (estetis)

Keahlian : AutoCAD, Revit, SketchUp, Photoshop

7. Desainer Industri/Produk

Desainer industri juga dikenal sebagai desainer produk karena mengembangkan produk untuk berbagai macam industri beserta tujuannya masing-masing. Dengan mengerjakan rancangan desain, pengujian dan iterasi, mereka membuat sebuah produk menjadi lebih “hidup”.

Desainer produk juga turut mempertimbangkan fungsi, bentuk dan ergonomi produk ketika dirancang. Mereka menggunakan program khusus seperti AutoCAD dan SolidWorks untuk membuat dan memanipulasi model 3D suatu produk.

Beberapa tugas desainer produk/industrial adalah membuat :

  • Barang kebutuhan rumah tangga
  • Mobil, sepeda dan pesawat
  • Perangkat keras dan elektronik
  • Alat kesehatan
  • Mesin

Keterampilan : 3ds Max Design, AutoCAD, SolidWorks, AcceliCAD, MathCAD, Catia, Ansys

8. Desainer Instruksional

Di dalam sebuah perusahaan, desainer instruksional menciptakan pengalaman belajar mengenai sebuah objek. Misalnya saja tutorial produk, merekrut pekerja, protokol peraturan hukum dan juga pengembangan manajemen.

Baik mereka berada di ruang virtual atau ruang konferensi, mereka menciptakan sebuah pengalaman yang efektif bagi peserta.

Beberapa hasil yang dibuat desainer instruksional :

  • Video pelatihan
  • Bahan pengajaran
  • Kursus dan seminar

Sumber:
Upwork: What Type of Designer Do You Need?

Share this

Leave a Reply

shares