was successfully added to your cart.

Memahami Pentingnya Psikologi Dalam Dekorasi Ruangan

By June 12, 2017Uncategorized
psikologi dalam dekorasi

Desain sebuah ruangan tidak hanya mementingkan faktor estetika saja, tapi juga mempertimbangkan psikologi dalam dekorasi interior. Ada banyak elemen berbeda yang ikut masuk dalam proses desain dan dekorasi sebuah ruangan atau gedung. Semua elemen tersebut memiliki dampak psikologi yang signifikan terhadap cara kita berinteraksi dengan lingkungan kita.

Psikologi dalam dekorasi

Ahli mengatakan, manusia bereaksi terhadap dekorasi serta lingkungan mereka melalui lima cara:

  • Indra penglihatan, sentuhan, rasa, pendengaran dan penciuman
  • Waktu dan pergerakan ruang
  • Penalaran atau pemikiran, memori dan imajinasi
  • Emosi, baik yang menyenangkan maupun tidak
  • Antisipasi atau ekspektasi

Beberapa elemen tersebut berkaitan satu sama lainnya, sehingga ada baiknya jika kamu memahaminya satu persatu ketika dikaitkan dengan dekorasi ruang:

Indra

Pola, warna, pencahayaan dan tata ruang dapat dikenali dengan indra penglihatan. Bunga dan aroma terapi dirasakan dengan indra penciuman. Tekstur dan ruangan dirasakan dengan indra sentuhan. Musik, percakapan dan kesunyian dikenali dengan indra pendengaran. Sementara makanan dan minuman dirasai dengan indra pengecapan.

Ruangan yang nyaman dirancang dengan kelengkapan dekorasi yang menyenangkan untuk semua indra.

Waktu dan Pergerakan Ruang

Jika kamu sedang mencari dekorasi, desain atau suasana modern, antik atau keduanya, maka waktu adalah elemen desain yang penting. Lingkungan dengan tema tertentu sangat berbeda dengan lingkungan normal atau biasa pada umumnya karena dipengaruhi oleh banyak faktor pendukung dekorasi termasuk waktu.

Di samping itu, pergerakan ruang juga memiliki dampak atau pengaruh pada nuansa ruangan tertentu. Bentuk dan desain lantai misalnya, memiliki dampak dan pengaruh terhadap fungsi ruangan. Faktor ini juga memiliki kekuatan untuk memberikan rumah rasa kebebasan.

Setiap ruangan yang ada di rumah atau kantormu akan terasa berbeda satu dengan yang lainnya dan memang harus berbeda tergantung pada fungsi masing-masing. Ketika mendekorasi, pikirkan mengenai pola gerakan, jarak antara furnitur dan kebutuhan akan ruang negatif

Pendekatan Mental: Nalar, Memori dan Imajinasi

Bagi banyak orang, memori adalah salah satu faktor yang amat erat berhubungan dengan dekorasi. Misalnya saja kenangan rumah nenek, hadiah meja dari orang tua, furnitur yang dibeli bersama orang terkasih, foto peristiwa penting dan sebagainya.

Kehidupan setiap orang dipenuhi dengan memori atau kenangan yang sangat banyak, dan kenangan mengenai rumah, sekolah atau kantor misalnya adalah suatu kesenangan sendiri.

Namun sebuah alasan dan imajinasi juga tak kalah penting dari memori. Kamu membutuhkan sebuah alasan ketika mendesain atau mendekorasi sesuatu. Kamu juga memiliki alasan ketika memilih warna, corak dan pola untuk digunakan dalam kamarmu misalnya.

Salah satu hal yang dipertimbangkan psikologi dalam dekorasi adalah kepribadian pemilik rumah ybs.

Pengaruh Emosional

Pemilihan warna untuk sebuah ruangan harus diperhatikan secara baik dengan melihat pada psikologi warna. Tak hanya itu, unsur lainnya juga akan mempengaruhi emosimu seperti tinggi atau rendahnya langit-langit (plafon), banyak sedikitnya cahaya yang masuk dan sebagainya.

psikologi warnaPerhatikan aspek arsitektur dan bagaimana kamu ingin merasakan sesuatu serta bagaimana banyak komponen dapat dijadikan satu untuk menciptakan ruangan yang nyaman.

Antisipasi Atau Ekspektasi

Pada dasarnya seseorang ingin semua hal berjalan sesuai dengan seharusnya untuk menciptakan rasa nyaman dan memenuhi ekspektasi. Misalnya seperti tempat meletakkan sabun, keheningan kamar, warna cat rumah dan sebagainya.

Semua hal itu memang tidak salah, namun jika dilakukan terlalu berlebihan malah akan menimbulkan kecemasan. Orang yang dibayang-bayangi dengan keharusan seperti itu juga akan khawatir berlebihan ketika harus meninggalkan rumah.

Karena itulah, terkadang dibutuhkan situasi dan suasana baru yang berbeda. Coba untuk letakkan sendok di botol kopi sebagai pengganti laci. Atau pilih cat tembok dengan warna yang bukan kesukaan kamu. Hal-hal seperti ini akan memberikan suasana berbeda pada rumah atau ruangan kantormu.

Selain itu, coba berpikir kreatif dengan memilih furnitur yang bervariasi. Misalnya saja dengan menempel benda unik di dinding, menempel wallpaper dengan pola yang berbeda dan ubah tata letak benda.

Sumber:
ApartmentTherapy: The Psychology & Science of Decorating: Understanding the 5 Ways We Experience a Room

Share this

Leave a Reply

shares