was successfully added to your cart.

Gunakan Warna untuk Memperkuat Branding

By March 3, 2017Feature
warna branding

Menggunakan warna-warna tertentu dalam pemasaran mungkin tidak selamanya memberikan dampak yang kuat. Namun, penelitian terbaru menyimpulkan bahwa warna memiliki efek yang dapat mempengaruhi kesuksesan branding pada suatu produk.

Seperti desain iklan yang dirancang sedemikian rupa agar mudah diingat, di sini warna berperan untuk mendapatkan respon psikologis yang unik dalam membangun sebuah brand. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum gunakan warna untuk memperkuat branding, yaitu:

Tentukan Brand

Warna yang akan digunakan untuk mewakili brand kamu adalah hal pertama yang orang lihat. Dengan cepat orang akan mengambil keputusan apakah warna itu sesuai atau tidak dengan produk yang dijual.

Misalnya, kamu jarang melihat restoran cepat saji menggunakan warna hitam atau putih pada logo mereka. Perusahaan makanan cepat saji ingin menyampaikan optimisme, kemudahan dan rasa urgensi pada pelanggannya untuk mengambil keputusan yang cepat. Itulah sebabnya kenapa Burger King, McDonald’s, KFC menggunakan warna cerah dan warna-warna hangat. Sementara itu warna hitam dan putih memberikan kesan yang eksklusif dan tenang, sehingga tidak begitu ideal untuk brand perusahaan seperti ini.

Branding tidak hanya mengenai pemilihan warna yang tepat, namun juga konsistensi. Warna bukan hanya untuk membuat bisnis lebih mudah diingat, tapi harus bisa membangun rasa kepercayaan dan bisa diandalkan.

Membuat Kontras Warna

Kontras warna adalah hal sederhana namun efektif untuk menyorot konten penting, seperti produk baru hingga promosi penawaran khusus. Semakin besar perbedaan antara warna yang digunakan, semakin menonjol pesan yang disampaikan.

Baca juga:  Tipe-Tipe Desainer dan Perbedaannya

Kontras tidak hanya menekankan pada hal yang penting, tetapi membuat desain menjadi lebih menarik. Mengkombinasikan warna hangat seperti merah, kuning, jingga dengan warna dingin seperti biru, hijau, ungu merupakan salah satu cara mudah membuat kontras warna yang mengesankan.

Baca juga:

Membangun Karakter

Selain merancang logo dan iklan, kamu dapat menggunakan warna untuk mengembangkan karakter bisnis. Selain itu, warna juga dapat menularkan respon. Bisnis spa misalnya, sering menggunakan warna-warna yang teduh seperti biru lembut dan hijau karena memberikan ketenangan dan terapi pada mata.

Lain lagi dengan warna merah yang dikenal dapat meningkatkan denyut nadi dan detak jantung serta diyakini untuk mendorong orang mengambil tindakan.

Mencapai Pasar Tertentu

Karena warna memiliki konotasi budaya yang berat, kamu dapat menyesuaikan iklan untuk menarik bahasan tertentu. Hitam sering digunakan untuk menyampaikan pesan mewah dan drama, sehingga cocok untuk iklan jam tangan, make up dan mobil. Sementara itu warna-warna cerah dan pastel digunakan untuk menjual produk anak-anak yang bertujuan menanamkan rasa percaya pada orang tua.

Status sosial-ekonomi, usia, jenis kelamin, pendidikan dan bahkan lokasi geografis dapat berperan dalam menentukan warna yang kita sukai. Kemudian, individu dengan latar pendidikan yang kurang cenderung memilih warna-warna primer dan sekunder, berbeda dengan individu yang berpendidikan tinggi, mereka lebih kompleks dan memilih warna tersier.

Baca juga:  Panduan Modifikasi Stiker Mobil dengan Benar

Mereka yang tinggal di daerah hangat mungkin lebih cocok untuk warna-warna cerah, sementara orang-orang yang tinggal di iklim dingin biasanya lebih memilih nuansa warna yang tenang. Semakin kamu tahu tentang pelanggan kamu, semakin baik kamu dapat bermain warna untuk bisnis produk dan jasa tertentu.

Berpikiran Terbuka

Selalu ingat bahwa warna berpengaruh pada emosi, sebagian alasannya karena warna memiliki efek psikologis yang konsisten. Contohnya adalah merah muda yang umumnya dianggap sebagai warna feminim di sebagian besar negara.

Jangan takut untuk bereksperimen dalam menggunakan warna. Memilih warna untuk mewakili bisnis kamu adalah untuk menjaga keseimbangan, memprediksi emosi konsumen dari warna yang kamu gunakan. Jika setiap orang mengikuti psikologi warna, akan ada kejutan dan menarik perhatian. Namun, banyak yang mengabaikan aturan-aturan sehingga memberikan kesan yang tidak tepat pada konsumen.

Ada banyak teori simbolisasi warna yang berkaitan dengan alam dan budaya. Tapi pertimbangan yang paling penting adalah warna dapat mencerminkan bisnis kamu.

Sumber :

http://www.signazon.com/colors-in-business-signs-and-business-image.aspx

Share this

Leave a Reply

shares