was successfully added to your cart.

15 Kemampuan yang Harus Dimiliki Desainer Grafis

By July 25, 2017Desain
skill dan kemampuan desainer grafis

Banyaknya klien yang memiliki permintaan berbeda-beda mengharuskan setiap desainer grafis memiliki skill atau kemampuan tertentu. Tidak jarang ada klien yang akan meminta seorang desainer membuat sesuatu yang mungkin saja belum pernah mereka buat sebelumnya.

Oleh karenanya, tak cukup hanya kemampuan dasar melainkan ada banyak skill penting yang wajib dimiliki oleh seorang desainer grafis.

1. Pemahaman Estetika

Klien mempercayai desainer grafis tentang apa yang terlihat bagus termasuk penggunaan warna, tipe desain dan juga ruang. Mereka berharap agar desainer yang mereka pilih mengetahui teori desain yang akan berguna pada proyek yang akan dikerjakan.

Salah satu hal positif jika mereka ingin kamu menguasai teori desain adalah mereka akan mempercayai keputusan kamu terkait proyek yang dikerjakan.

Memang tak mudah untuk memiliki hubungan dengan kepercayaan yang baik antara satu sama lain, oleh karenanya kamu harus bisa menunjukkan bahwa kamu memang menguasai bidang desain dan memiliki banyak pengalaman sebelumnya.

2. Desain Produk Cetak

desain produk cetacontoh print design

Banyak klien berpikir bahwa seorang desainer grafis bisa dengan mudah membuat desain untuk produk cetak seperti packaging, flyer atau poster.

Jika kamu tidak terbiasa dengan pekerjaan desain untuk produk cetak, lebih baik bicarakan dengan klien agar ia bisa memutuskan apa yang terbaik untuk proyeknya.

3. Desain Website

Hampir sama sebelumnya, ada saja klien yang berpikir bahwa sebuah flyer atau brosur yang dicetak dengan bahan mengkilap misalnya, bisa dikonversikan dalam bentuk website dengan tampilan yang persis sama.

Banyak juga klien yang beranggapan bahwa desainer grafis bisa dengan mudah merancang ulang sebuah website dengan cepat. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, jelaskan dengan baik bahwa tidak semua desain bisa dikonversikan ke bentuk atau format lainnya.

Kalaupun kamu bisa melakukannya dengan cara tertentu, maka biaya yang dibutuhkan tidak sedikit mengingat banyaknya waktu dan tenaga untuk menyelesaikannya. Proyek membuat desain website bukan hal yang mudah untuk dilakukan karena ada banyak sekali aspek yang perlu diperhatikan.

Tidak hanya itu, ketatnya persaingan karena banyaknya web desainer atau template website gratis membuat seorang desainer grafis membutuhkan waktu untuk menghasilkan desain yang cocok untuk kliennya.

4. Copywriting

copywritingskill copywriting pada kemasan produk

Sebagai desainer grafis, kamu harus mempelajari pengetahuan dasar mengenai copywriting. Bagi web desainer pada umumnya, mereka tidak terbiasa untuk menulis (teks) sehingga harus belajar dan terbiasa untuk membuat teks.

Kemampuan untuk menulis judul adalah salah satu skill yang harus dimiliki. Tak hanya membantu kamu untuk membuat desain dengan konten yang cocok, namun kamu juga bisa mendesain sendiri teks tersebut.

Skill copywriting yang baik akan membawa pesan dan brand proyek terkait menjadi semakin menarik dan bisa mempengaruhi orang lain dalam keputusan bertransaksi. Skill ini termasuk mendesain, misalnya iklan atau pengumuman di website, media cetak dan juga media sosial.

Baca juga:  Desain Stiker, Sebagai Sumber Inspirasi

5. Search Engine Optimization (SEO)

Selain copywriting, banyak desainer yang tidak memiliki pengetahuan mengenai SEO. Namun memiliki pengetahuan dasar mengenai SEO adalah bekal yang berharga untuk setiap desainer grafis.

Dengan skill ini, kamu bisa mengetahui apa saja bagian penting yang diperlukan, tidak diperlukan atau yang banyak dicari atau digunakan oleh warganet. Hal ini berguna untuk memudahkan pengguna internet yang ingin mencari sebuah produk, konten atau website di mesin pencari seperti Google.

6. Desain Logo

desain logoKemampuan membuat desain logo adalah salah satu skill yang penting ketika berbicara mengenai dunia desain dan bisnis. Tidak semua desainer grafis menguasasai skill membuat logo mengingat pentingnya aspek makna yang berkaitan dengan perusahaan atau brand terkait.

Klien ingin agar semua aspek yang merepresentasikan nilai perusahaan atau brand mereka ada di dalam logo. Tanya dengan detail apa saja elemen yang harus kamu masukkan ke dalam desain logo, termasuk elemen yang pernah ada pada logo sebelumnya maupun yang belum pernah ada.

7. Fotografi

Desainer bukanlah seorang fotografer yang menguasai teknik fotografi beserta pengetahuan mengenai kamera. Namun hal inilah yang sering tidak disadari klien karena mereka menganggap bahwa desainer dan fotografer memiliki kemampuan “seni” yang sama.

Oleh karenanya, akan baik bagi kamu jika memiliki pengetahuan dasar mengenai fotografi untuk menunjang karir dan memenuhi kebutuhan klien.

8. Ilustrasi

skill desainer grafis illustrasi

ilustrasi halloween, via jayrodesign.com

Skill membuat (gambar) ilustrasi yang baik belum tentu dimiliki oleh semua desainer. Kemampuan ini membutuhkan latihan dan pengalaman mengingat banyaknya detail yang sering dituntut oleh klien.

9. Animasi

Walaupun banyak desainer yang bisa membuat gambar dengan format gif, namun skill membuat produk animasi sulit untuk dikuasai.

Pelajari aplikasi atau software untuk membuat elemen desain animasi yang bisa kamu lakukan. Namun jika memang klien menuntut sangat besar terhadap hasil proyek dalam bentuk animasi yang sulit, lebih baik bicarakan dengan klien untuk menggunakan jasa tambahan ahli animasi.

10. Ahli Software

Hal lain yang banyak diminta oleh klien adalah mengolah file beresolusi rendah menjadi dapat digunakan. Hal ini memang mungkin dilakukan dengan aplikasi desain grafis atau software tertentu.

Namun jika file tersebut memang sangat beresolusi rendah sampai terlihat blur, berikan penjelasan ke klien bahwa file itu tidak bisa digunakan untuk proyek tertentu.

11. HTML dan CSS

Seorang desainer website tidak sama dengan seorang web developer yang bisa mengerjakan kode-kode untuk program di dalam website. Beri penjelasan kepada klienmu bahwa mereka harus menggunakan jasa web developer untuk mengerjakan kode dan kalaupun kamu sedikit mengerti, pengetahuanmu mengenai HTML dan CSS tidak sedalam web developer atau programmer.

Baca juga:  Perubahan Logo Perusahaan, Perlukah Itu?

12. Identifikasi Font

Sebagai seorang desainer grafis, kamu akan sering mendapat pertanyaan, “Jenis font apa itu?”. Ada ratusan bahkan ribuan jenis font yang tersedia dan pastikan klien mengerti bahwa kamu tidak atau belum menghafal dengan pasti semua jenis font tersebut. Banyak latihan dan pengalaman akan menambah pengetahuanmu.

13. Psikologi

Bagaimana perasaan klien saat mereka berinteraksi terhadap sebuah desain merupakan hal yang penting untuk mencapai tingkat efektivitas konversi dari desain terkait. Selain melakukan analisa dan berpedoman pada teori psikologi desain, pengalaman seorang desainer juga berpengaruh dalam hal ini.

Seorang desainer yang profesional sudah mengerti apa saja elemen yang cocok, misalnya background atau warna dasar sebuah desain terkait dengan masing-masing proyek dan tujuannya. Semua ini disebut dengan desain psikologi.

14. Kecepatan Bekerja Maksimal

Umumnya klien menuntut desainer bisa memperbaiki atau merevisi desain dalam waktu singkat, padahal revisi tersebut membutuhkan banyak perbaikan di dalamnya. Kamu akan diberikan hanya sedikit waktu untuk melakukan revisi.

Agar hal tersebut bisa diatasi dengan baik, minta keterangan secara detail mengenai elemen apa saja yang harus diperbaiki agar tidak membuang banyak waktu. Sampaikan bahwa kamu membutuhkan beberapa waktu untuk mengerjakan semuanya.

15. Membaca Pikiran dan Kemauan Klien

Sering kali klien berharap desainer bisa mengerti dan melihat keinginan dan maksud mereka. Hal ini pun bisa berujung pada miss communication. Daripada bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, ajukan pertanyaan secara mendetail mengenai keseluruhan proyek yang harus kamu kerjakan.

Tanyakan juga apa ada hal yang mereka suka dan tidak suka, dan apa tujuan dari desain proyek tersebut. Berkomunikasi dengan baik dengan klien akan memudahkan pekerjaanmu.

Kesimpulan

Kunci utama untuk mengatasi ekspektasi klien adalah membantu mereka untuk mengerti bagaimana kamu bekerja dan apa yang bisa kamu lakukan untuk mereka. Komunikasi yang baik antara dua pihak menghasilkan pemahaman yang sama sehingga proyek desain bisa berjalan dengan baik.

Jika kamu memang tidak bisa menguasai skill tertentu, lebih baik bicarakan dengan klien daripada memaksakan diri dan malah membuat banyak kesalahan.

Sumber:
DesignShack: 15 Skills Every Design Client Expects You to Have

Share this

Leave a Reply

shares