was successfully added to your cart.

7 Jenis Logo dan Penggunaannya

By January 21, 2017Desain
penggunaan jenis logo

Logo adalah sebuah gambar yang merepresentasikan merek atau bisnis. Tidak ada bisnis, apalagi bisnis besar yang tidak memiliki logo. Logo terbentuk dari kombinasi gambar dan tipografi yang berbeda satu sama lain, dan hampir tidak ada satu logo yang sama di dunia ini.

Decodeko yakin bahwa kamu pasti sering melihat beragam bentuk logo setiap harinya. Namun tahukah kamu bahwa penggunaan jenis logo sebaiknya disesuikan dengan profil perusahaan dan bisnis yang dijalankan.

Berikut tujuh jenis logo dan penggunaannya yang bisa kamu jadikan referensi untuk bisnismu.

1. Lettermark (Logo Monogram)

jenis logo MonogramJenis ini digunakan oleh beberapa merek atau perusahaan seperti IBM, CNN, HP, HBO dan lainnya. Jika kamu perhatikan, jenis logo ini merepresentasikan kepanjangan dari nama brand terkait. Dengan kata lain jenis ini bisa dianggap sebagai logo dengan inisial nama merek.

Dengan hanya menggunakan dua sampai tiga atau empat lettermark atau huruf, maka masyarakat dapat mudah mengingat logo dan merek tersebut.

Inti dari penggunaan logo ini adalah kesederhanaan. Misalnya saja nama organisasi bernama National Aeronautics and Space Administration. Nama tersebut sulit untuk diingat oleh sebagian orang, karenanya dibuatlah logo NASA sebagai inisial.

Mengingat fokus dari jenis logo ini adalah inisial, maka kamu harus memperhatikan aspek font. Pastikan font sesuai dengan tema perusahaan dan juga mudah dibaca ketika dicetak untuk kartu nama.

2. Wordmark

jenis logo WordmarkMirip dengan jenis lettermark, wordmark adalah logo dengan dasar tulisan dan font yang fokus pada nama perusahaan atau sebuah bisnis secara langsung. Misalnya saja seperti Coca-Cola, Disney, Facebook dan lainnya.

Jenis logo ini akan efektif jika perusahaan atau bisnis memiliki nama yang ringkas/sederhana dan unik.

Karena fokus jenis logo ini terletak pada nama bisnis atau perusahaanmu, maka gunakan font yang sesuai. Misalnya saja bisnis fashion, umumnya menggunakan font yang elegan, berkelas dan juga “bersih”.

Perhatikan beberapa poin ini jika kamu ingin menggunakan jenis lettermark dan wordmark :

  • Gunakan lettermark jika bisnis atau perusahaanmu memiliki nama yang panjang. Kondensasi nama bisnis menjadi inisial akan menyederhanakan desain dan mempemudah pelanggan untuk mengingat merek kamu.
  • Gunakan wordmark jika kamu merupakan pebisnis baru yang sedang mencari nama. Pastikan nama merek atau bisnismu pendek sehingga mudah dikenali dan diingat.
  • Gunakan logo wordmark jika nama bisnis atau merekmu sangat berbeda dari yang lain.
  • Kedua jenis logo ini mudah diaplikasikan pada alat-alat pendukung promosi. Artinya, jenis logo ini cocok untuk kamu yang baru memiliki bisnis dan ingin mengembangkannya.
Baca juga:  Cara Membuat Stiker Brand untuk Bisnis Online

3. Pictorial Mark atau Simbol

jenis logo Pictorial MarkJenis pictorial mark (sering disebut simbol), adalah ikon atau sebuah desain yang berbasis grafis. Contohnya adalah logo Apple, Twitter dan Nike. Masing-masing logo perusahaan tersebut mewakili identitasnya masing-masing yang dapat langsung dikenali.

Hal terpenting ketika membuat logo jenis ini adalah gambar atau bentuk apa yang akan kamu buat. Keputusan ini akan terus “melekat” pada merek dan bisnismu. Pasalnya, tidak mudah untuk membuat, apalagi merubah suatu logo karena akan membingungkan pelanggan.

4. Abstrak

jenis logo Abstrak LogoLogo abstrak adalah jenis tertentu dari pictorial mark/logo simbol (berbasis gambar). Tidak seperti jenis sebelumnya yang mudah dikenali, jenis logo ini memiliki bentuk geometris abstrak yang merepresentasikan merekmu.

Contoh merek atau bisnis dan perusahaan yang menggunakan jenis logo ini adalah Pepsi, Adidas dan BP yang memiliki logo abstraknya masing-masing.

Jenis logo ini sangat efektif karena mewakili keseluruhan bisnismu hanya dalam satu gambar saja. Logo abstrak memungkinkan kamu untuk berpikir kreatif menciptakan sesuatu untuk mewakili merek atau bisnismu.

5. Logo Maskot

jenis logo logo maskotUmumnya jenis logo maskot mengandung unsur warna-warni yang menceriakan. Logo jenis ini adalah cara yang baik untuk membuat “juru bicara” atau karakter merek/bisnismu.

Sebuah karakter menggambarkan merek atau bisnis dan perusahaan yang kamu jalankan. Maskot akan dianggap sebagai duta bagi bisnismu. Beberapa contoh maskot yang terkenal adalah Kool-Aid Man, Kolonel KFC dan Mr. Peanut Planter.

Logo maskot cocok untuk perusahaan yang ingin menciptakan sebuah atmosfer tersendiri yang bisa menjadi daya tarik bagi keluarga dan anak-anak.

Pertimbangkan hal di bawah ini jika kamu mau menggunakan ketiga jenis logo di atas :

  • Hati-hati dengan kerumitan logo simbol karena hanya akan efektif jika kamu sudah memiliki merek yang kuat.
  • Logo simbol dan abstrak cocok untuk kegiatan dagang atau transaksi internasional karena nama bisnis tidak akan bisa ditranslate atau diartikan.
  • Hindari penggunaan logo simbol jika kamu memiliki rencana untuk mengubah model bisnis. Misalnya saja kamu menjual baju anak dan sudah memiliki logo simbol yang sesuai. Namun apa jadinya jika kamu mengubah model bisnis menjadi misalnya menjual minuman ?
  • Logo asbtrak memungkinkan kamu untuk sekreatif mungkin menciptakan gambar unik untuk bisnismu. Sebaiknya pekerjakan desainer yang handal dan mengerti tentang perpaduan warna, ukuran dan struktur untuk menciptakan makna tertentu.
  • Salah satu manfaat dari penggunaan logo maskot adalah untuk mendorong interaksi pelanggan. Oleh karena itu maskot adalah salah satu alat promosi yang efektif.
Baca juga:  10 Website untuk Membuat Logo Online Gratis

6. Logo Kombinasi

jenis logo kombinasiSama seperti namanya, logo kombinasi terdiri dari gabungan wordmark atau lettermark dengan logo simbol, abstrak atau maskot. Gambar dan teks bisa disatukan, ditumpuk, atau terintegrasi satu sama lain untuk menciptakan sebuah logo.

Beberapa logo kombinasi yang terkenal adalah Doritos, Burger King dan Lacoste. Dengan menggunakan jenis logo ini, maka pelanggan akan mulai mengenal nama merekmu karena perpaduan menarik yang ada.

7. Logo Lambang

jenis logo lambangSebuah logo lambang terdiri dari huruf yang berada di dalam simbol atau ikon, lencana, segel dan “puncak” atau inti dari lambang tersebut. Logo ini cenderung memiliki tampilan tradisional yang dapat membuat dampak mencolok.

Sehingga lambang sering digunakan untuk sekolah, organisasi atau lembaga pemerintah serta industri otomotif.

Penggunaan lambang yang rumit kurang cocok jika ditempatkan pada kartu nama karena tidak akan terlihat jelas. Jika kamu mau menjahit atau menempelkan lambang pada barang tertentu seperti topi atau baju, pastikan lambang tersebut didesain secara sederhana.

Penggunaan logo kombinasi dan lambang yang tepat :

  • Logo kombinasi cocok untuk hampir semua bisnis yang ada karena serbaguna, unik dan merupakan pilihan yang sangat populer.
  • Tampilan tradisional pada logo lambang biasanya disukai oleh lembaga publik dan sekolah. Namun jenis logo ini juga bisa digunakan pada bisnis swasta terutama industri makanan dan minuman.

Gimana, sekarang kamu sudah mengerti kan tentang tipe dan jenis logo serta perbedaannya? Ulasan ini bisa kamu gunakan sebagai referensi untuk membuat karya logo milikmu.

Selain itu, perhitungkan juga estimasi biaya membuat logo kalau kamu ingin menggunakan jasa desainer grafis profesional. Dan yang terpenting, kunci dari logo yang efektif dan menarik adalah kreatif.

Sumber:
99Designs: The 7 types of logos (and how to use them)

Share this

2 Comments

Leave a Reply

shares