was successfully added to your cart.

Cara Membuat Desain Flyer Kreatif untuk Bisnis

By February 13, 2018Desain
desain flyer

Proses mendesain suatu project dengan project yang lainnya tentu tidak akan sama. Misalnya saja membuat desain logo, desain cover buku, termasuk juga membuat desain flyer untuk berbagai macam kebutuhan.

Banyak perusahaan yang salah dalam membuat desain flyer mereka dan pada akhirnya berujung pada orang-orang yang akan membuang flyer tersebut.

Elemen warna, font, gambar ataupun isi pesan flyer harus dipikirkan secara matang terlebih dahulu sebelum membuat desain flyer yang akan digunakan.

Untuk memastikan kamu bisa membuat desain flyer dengan tepat dan efektif, perhatikan beberapa hal berikut:

Buat Konsep Desain Flyer

Sebelum memulai proses desain, sebaiknya kamu (dan klien) memikirkan dan menentukan dengan spesifik gaya atau konsep dan konten seperti apa yang diinginkan dalam desain flyer.

1. Warna

Warna yang terang dan berani akan langsung menarik perhatian calon konsumen, namun penggunaan warna dalam flyer juga harus disesuaikan dengan brand, industri dan target audiens.

Cari tahu informasi tentang psikologi warna dan tentukan warna apa yang bisa merepresentasikan pesanmu secara baik. Sebagai contoh, warna hijau dan kuning cocok untuk industri kesehatan, sementara itu warna yang lebih terang cocok untuk iklan yang berhubungan dengan anak-anak.

Tentukan juga, apakah desain flyer akan menggunakan banyak warna atau hanya menggunakan satu warna sehingga terlihat lebih sederhana.

2. Identitas Brand yang Harus Ditonjolkan

Terlepas dari seperti apapun desain flyer yang dibuat, calon konsumen harus mengetahui siapa brand yang membuat iklan tersebut. Tanyakan kepada klien, elemen dan identitas brand apa saja yang ingin disertakan dalam desain flyer. Contohnya saja logo, tagline, maskot atau juga alamat website.

Baca juga:  Jenis Layout dalam Desain Grafis

3. Jenis Gambar

Jenis gambar yang dimaksud di sini seperti foto atau vector, apakah gambar harus kamu buat sendiri atau bisa mengambilnya dari free image di internet? Gambar dalam flyer juga bisa termasuk icon, infografis, background dan sebagainya. Sesuaikan gambar flyer dengan isi pesan dan karakter brand serta target audiens.

4. Teks

Perhatikan inti pesan yang ingin disampaikan klien dan pastikan bahwa pesan tersebut merupakan pesan utama yang akan ditonjolkan pada desain flyer. Selain itu, tentukan juga informasi lain apa saja yang harus dimasukkan ke dalam desain flyer dan juga susunan atau urutan setiap teks.

5. Call To Action (CTA)

Selain gambar dan teks, jangan lupa untuk menyertakan elemen CTA dalam desain flyer. CTA yang baik dan efektif akan mengarahkan audiens ke tujuan akhir pesan yang ada, misalnya membeli produk, menggunakan jasa, mengikuti kontes dan sebagainya.

Cantumkan beberapa hal yang bisa mendukung CTA tersebut seperti alamat website atau akun media sosial sehingga audiens bisa mendapatkan informasi lain yang lebih lengkap. Pastikan kamu membuat CTA dengan sangat jelas dan to the point.

6. Bentuk Flyer

Pada umumnya ukuran standar sebuah flyer adalah A5, namun ukuran atau bentuk flyer tentu dapat disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan. Sesuaikan ukuran dan bentuk flyer dengan brand serta pesan flyer tersebut.

Jika kamu membuat desain flyer untuk produk mewah seperti mobil atau apartemen, kamu mungkin bisa membuatnya dengan ukuran kertas yang lebih besar. Sebaliknya, jika kamu membuat desain flyer untuk acara anak-anak, kamu bisa mendesainnya dalam bentuk tertentu menyerupai tema besar acara terkait.

Baca juga:  Inspirasi Untuk Branding Selama Musim Liburan

Tentukan juga apakah flyer yang dicetak nanti akan dilipat atau hanya membutuhkan satu halaman saja.

Proses Membuat Desain Flyer

Setelah memiliki konsep yang matang dan mengetahui kebutuhan apa saja yang harus disiapkan, maka langkah selanjutnya adalah memulai proses desain itu sendiri.

Cari Referensi dari Flyer yang Disukai

Agar kamu mendapatkan gambaran yang lebih jelas, cari sebanyak mungkin referensi dan contoh flyer yang kamu suka dan sesuai dengan kebutuhan. Lihat elemen apa saja yang kamu atau klien suka dan tidak suka.

Mulai Proses Desain

Gunakan semua informasi yang sudah dikumpulkan selama ini dan buat desain berdasarkan seluruh informasi tersebut. Jangan ragu untuk meminta feedback kepada klien di tengah proses desain.

Evaluasi Desain

Desain flyer yang efektif dan bisa menarik perhatian audiens adalah desain flyer yang mampu menyampaikan pesan dan keuntungan bagi audiens. Oleh karena itu evaluasi kembali desain yang kamu buat bersama dengan klien untuk berjaga-jaga jika masih ada perbaikan yang dibutuhkan.

Proofread

Setelah desain sudah disetujui, periksa kembali dan pastikan sudah tidak ada typo. Minta orang lain yang tidak satu tim dengan kamu untuk melihatnya dan tanya pendapat mereka mengenai teks yang ada pada flyer. Jangan sampai ada kesalahan krusial seperti kesalahan tanggal, nomor telepon, alamat ataupun webite.

Jika sudah, maka desain flyer kamu siap untuk dicetak 🙂

Sumber:
99Designs: How to Design a Flyer: The Ultimate Guide

Share this

Leave a Reply

shares